Mengenal Ekosistem di TWA Pulau Bakut

Mengenal Ekosistem di TWA Pulau Bakut

Ekosistem utama di TWA Pulau Bakut adalah hutan mangrove riparian dengan komposisi vegetasi yang cukup khas. Terdapat sedikitnya 12 jenis vegetasi asli yang berbentuk pohon dan semak, serta 15 jenis tumbuhan bawah yang termasuk dalam kelompok mangrove sejati yang menyusun ekosistem asli pulau ini. 

 

TWA Pulau Bakut dapat dibagi menjadi tiga kondisi ekosistem yang berbeda. Pertama, ada ekosistem yang masih dalam keadaan baik dan terletak di blok perlindungan, terutama di sisi utara dan sebagian sisi selatan pulau yang didominasi. Sementara di bagian utara, jenis Rengas, Jejambuan, dan jenis yang dikenal sebagai Api-api oleh masyarakat lokal menghiasi ekosistem ini. 

 

Kedua, terdapat ekosistem yang mengalami suksesi sekunder, yaitu area yang sebelumnya digunakan untuk pertanian padi oleh masyarakat sebelum ditunjuk sebagai kawasan TWA. Saat ini, lahan tersebut ditumbuhi oleh jenis-jenis tumbuhan pioneer rawa seperti Piai (Acrostichum aureum) dan Bakung cirit (Cryptocoryne ciliata). Di bagian ini, juga telah dilakukan pengayaan jenis Rambai laut (Sonneratia caseolaris) sebagai pakan bagi bekantan. Ketiga, ada ekosistem yang mengalami intervensi manusia, terutama di bawah jembatan. Bagian ini mengalami pengerukan saat pembangunan Jembatan Barito sebelum ditunjuk sebagai TWA. 

Beberapa jenis tumbuhan yang sebelumnya tidak ada di Pulau Bakut telah ditanam di sini, dan TWA Pulau Bakut menjadi contoh nyata keajaiban alam yang perlu dijaga. Melalui pemahaman kondisi biofisiknya, kita dapat lebih menghargai keanekaragaman hayati yang ada di pulau ini.